Rabu, 13 November 2019

Indah dirimu namun apalah dayaku


Begitu indah dirimu saat itu
Pertamakali ku menemukanmu
Lewat tatap seketika itu aku tahu
Tak mungkin bagiku bahkan sekedar mengenalmu
Terlalu cepat kita bertemu hanya hitungan detik yang pilu
Kau pun pergi seketika itu saat detik dimana aku mulai mempelajari wajahmu
Agar tak hilang dari ingatku
Saat nanti jumpa lagi denganmu

Pergi bukan untuk kembali

Sejauh apapun kita pergi pasti akan kembali jua, apa iya ?
Jika saja saat itu aku yakin padamu mungkin saat ini aku tak akan sendiri seperti ini, walaupun sudah lama aku mengenalmu dan dari saat pertama mengenalmu aku langsung jatuh hati tapi aku tak pernah jujur tentang itu.

Hingga saat dimana kau jujur tentang perasaanmu setelah bertahun-tahun berlalu lebih dulu dariku mengatakannya bahwa kau juga merasakan yang sama. tapi saat itu aku tak bisa mengambil keputusan yang tepat karena aku masih belum yakin. Terkadang perasaan itu hadir, tapi aku tetap saja belum yakin apakah ini cinta atau hanya rindu saja

Patah dan tak akan tumbuh

Saat patah hati karena sebuah kata penolakan
mungkin sebagian orang akan mencari pengganti atau membiarkan semuanya berlalu
hingga waktu akan menghapus ingatan tentang sakit itu secara perlahan.

Bila saja cinta itu semudah kedengarannya, dimana cinta dapat terbalas dengan cinta 
tapi, sayangnya semua hanya angan yang akan terus terbayang.
Pada dasarnya kita tak akan mampu bertahan tanpa cinta, tapi bagaimana dengan cintanya? apakah dia akan bertahan tanpa kita

Hmmm... ini sebuah tulisan yang bodoh

Aku mencintaimu dengan tak mengatakannya, ini umum bagiku yang tak pernah bisa jujur tentang apa yang kurasakan. Akupun tak bisa berkata apa-apa saat ku tahu kau mencintai sahabatku, meskipun tak berselang lama karena aku adalah diam dan akupun berfikir apakah mencintaimu itu salah atau aku yang terlalu percaya diri dengan senyuman manismu itu.

Hingga akhirnya berani kunyatakan dan kau menolaknya dengan sebuah alasan dan sesaat kemudian ku dengar kabar kau bersama yang lainnya disana, sangat bertolak belakang dengan alasan yang kau katakan waktu itu. Kemudian kau pun berpisah dengannya tapi kali ini tak terbesit untukku mencoba lagi menyatakan cinta itu, jika akhirnya yang kurasakan sama lebih baik aku diam seperti sediakala, meski rasa itu masih tak bisa hilang.